nesindonews.com Sigi Sulteng – Pendamping pembangunan Koprasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pandende Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah, klarifikasi soal kalimat menohok dan menyudutkan sepihak, unsur kalimat yang ditulis dalam caption itu ditengarai bernada fitnaan, di posting melalui akun facebook group Forum Diskusi Kabupaten Sigi.
Postingan tersebut muncul dalam unggahan akun anonim facebook “Tanah Kaili” sepekan yang lalu.
Menanggapi tudingan itu, pendamping KDMP Muhajid yang juga selaku TNI Bintara Pembina Desa (Babinsa) desa Padende Kecamatan Marawolah menyatakan dengan bijak bahwa postingan salah satu akun di grup facebook tersut, adalah tudingan yang dibuat-buat dan tidak berdasarkan fakta yang ada dilapangan, disinyalir sengaja menggiring opini netizen di jagat maya.
Ia menilai bahwa dalam unggahan tersebut, kalimat berdurasi 2 pragraf, berisi narasi miring dan terkesan menyudutkan salah satu lembaga institusi, serta menyangkut tudingan soal keterlambatan membayar upah para pekerja (karyawan) selama 2 pekan yang katanya belum dibayarkan.
“Situasi ini telah memicu berbagai tanggapan dan prespsi negatif publik, terutama komentar liar dari para netizen di jagat maya, “ucapnya membenarkan.
Lanjut, ia mengungkapkan bahwa tudingan tersebut sama sekali tidak berdasar dan sangat bertentangan dengan kenyataan yang terjadi dilapangan.
Maka berkaitan dengan soal gaji para pekerja bangunan KDMP, pihak kami telah membayar lunas semua upah para pekerja sesuai kentuntuan upah yang disepakati sebelumnya, “tukasnya.
Ia menegaskan, perlu adanya keberimbangan ketika melontarkan narasi, dan perlu juga diketahui muali dari awal proses pengerjaan KDMP itu berlangsung, hinggga kini telah memasuki bulan ke 4 ini proyek itu terus dikerjakan dengan lancar, pihak kami pun baru kali pertama mengalami telat empat hari membayar gaji para pekerja.
“Anehnya setelah empat hari kemudian, muculah postingan di akun anonim “Tanah Kaili” itu dengan bahasa menohok dan terkesan memojokan nama lembaga instutusi, apapun itu pada akhirnya kebenaran pasti akan mencari jalanya sendiri “tegasnya.
Lebih lanjut ia menguraikan, apa yang ditulis dalam durasi caption postingan dilaman akun FB “Tanah Kaili” itu, diyakini bernuansa negatif, padahal fakta para pekerja yang katanya sudah telat dua pekan belum dibayarkan itu, tidak seperti yang dinarasikan dalam postinagan tersebut, dan tidaklah benar adanya, dan tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
“Ia juga mengaku sebelumya Antara kedua belah pihak, baik pengelolah KDMP maupun pekerja (karyawan) sudah membuat kesepakatan dan komitmen dengan sistem penggajian upah dibayar 2 pekan sekali, “urainya.
Terlebih, menyangkut soal narasi negatif yang dilontarlan oleh sebuah akun anonim yang tidak jelas (FB) dimedsos itu seolah ada unnsur kesengajaan untuk merusak citra komando Rayon Militer (Koramil) Kecamata Marawola.
Apa lagi telah membawa-bawah nama institusi tanpa ada konfolirmasi terlebih dulu. Memposoalkan gaji tukang katanya telat dibayar, atau mengumbar hal-hal negatif lainya lantas membesar-besarkannya di jagad medsos.
Menggiring opini dan sentimen publik, tentu hal itu sangat tidak etis, dan tidak rasional serta cukup dilematis.
“Indikator perbuatan mengungumbar hoax atau kebohongan, apa lagi terselip ada kepentingan lain didalamnya, menebar fitnah, hal itu dianggap mencederai citra institusi, “tandasnya.***


















