Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita Sulteng

JIAT & Nindya Karya Asa Para Petani Di Balaesang Donggala, Dukung Produksifitas Ketahanan Pangan

21
×

JIAT & Nindya Karya Asa Para Petani Di Balaesang Donggala, Dukung Produksifitas Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

nesindonews.com Donggala Sulteng – Salah satu gebrakan inovatif pemerintah di bidang infrastruktur pertanian, yakni pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Program tersebut menjadi prioritas utama, dan terus dikebut pemerintah, yakni mengacu pada implementasi instruksi mendukung percepatan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional, serta mendorong laju perumbuhan ekonomi para petani daerah.

Example 300x600

Terutama menyangkut pembangunan JIAT disejumlah Daerah Kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah dengan total pagu anggaran yang dialokasikan sebesar Rp20.635.669.000.00 (20,6 miliar). Sumber anggaran berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dikelolah Kementrian PUPR melaluo Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu (Satker SNVT Air Tanah dan Air Baku).

Perkembangan progres pembangunan JIAT yang dikolah oleh salah satu afiliasi perusahaaan BUMN Nindya Karya (NK), kini proses pengerjaannya dibeberpa titik hampir selesai.

Seperti halnya Pemerintah Desa Kamonji, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, merasa sangat bersyukur dan berterimakasih dengan adanya program Pemerintah pusat melalui kementerian Pekerjaan umum Direktorat jenderal sumber daya air Balai wilayah sungai Sulawesi III SNVT dan PPK Air tanah Air Baku.

Program strategis APBN 2025 melalui BWSS III Palu yang menyasar sejumlah titik di Kabupaten Donggala guna mendukung ketahanan pangan

Tentunya program ini sangat memberikan dampak positif langsung bagi kami masyarakat petani, yang sebelumnya banyak lahan tidak di olah karena keterbatasan pasokan air,” terang Kepala Desa Kamonji Yusman, saat dihubungi media Selasa (31/3/2025).

Lebih lanjut, ia menyampaikan selaku pemerintah dan masyarakat desa, sangat terbantu dgn adanya program itu, ketika musim panas, air dari sumur itu bisa digunakan untuk mengairi persawahan, mudah mudahan secepatnya bisa digunakan untuk menanam padi.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kamonji, Linda Evan mengatakan melalui pemanfaatan air tanah tentunya membantu mengairi sawah dan hortikultura dengan lebih efisien.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kamonji, Linda Evan mengatakan melalui pemanfaatan air tanah tentunya membantu mengairi sawah dan hortikultura dengan lebih efisien.

Untuk luasan area persawahan sekarang 8 ha, ia berharap dengan adanya program JIAT masuk di Desa Kamonji potensi lahan bisa di bisa bertambah,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *