Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita Sulteng

Rasio Capaian Progres Proyek RJIU 10 Titik Di3 Kecamatan Di Sigi, Bobot Dominan Dipuncak Perampungan

12
×

Rasio Capaian Progres Proyek RJIU 10 Titik Di3 Kecamatan Di Sigi, Bobot Dominan Dipuncak Perampungan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nesindonews.com Sigi Sulteng – proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama (RJIU) adalah peogram Inpres No. 2 (tahap lll) merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digeber pemerintah di 9 Kabupaten di Sulawesi Tengah yang bertujuan untuk meningkan produksifitas pertanian dan mendukung swasembada ketahanan pangan nasional.

Proyek peningkatan RJIU yang melekat di Balai Wilayah Sungai (BWS) Sukawesi III Palu Selawesi Tengah, dimana proyek tersebut secara keseluruhan diplot di 9 Kabupaten di Sulteng itu, dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) dibandrol dengan pagu senilai Rp. 85. 667.397.000 (milyar).

Example 300x600

Peningkatan revitalisasi 31 titik lokasi proyek itu diprioritaskan di Kabupaten Sigi, termasuk di 10 titik lokasi RJIU digarap oleh Subkon Ruslirola selaku pemilik CV. Tiga Putera Mandiri. yang diandilisasi bekoborasi dengan pihak pemilik proyek atau kontraktor utama yakni perusahaan devisi BUMN PT. Nindya Karya Tbk (persero).

Menurut Ruslirola Subkon yang juga selaku pemilik CV. Tiga Putera Mandiri berafilasi lansung dengan pihak pemilik proyek dari perusahaan BUMN PT. Nindya Karya (NK) itu, placing untuk pengelolaan 10 jalur (track) paket proyek RJIU yang dikerjakan oleh penyedia jasa (Kontraktor) CV. Tiga Putra Madiri dalam.skala prioritas, diset di Kecamatan Dolo Selatan, Kecamatan Dolo Barat dan Kecamatan Marawola.

Terutama mangacu pada titik garap progres pengelolaan jaringan Irigasi di Desa Padende Marawola.

“Saat ini stabilitas kuanitas pekerjaan sepanjang 2 kilo meter itu persentasi kegiatan sudah mencapai bobot 99% (persen) dan perkirakan selesai akhir Desember ini, “kata Ruslirola menjawab media ini beberapa saat yang lalu.

Lanjut, dia menyampaikan begitu juga track pekerjaan dibeberapa titik lokasi yang lain, seperti klaster pelerjaan yang ada Desa Lebanu, Desa Bomba Marawola, Desa Kalukutinggu, Desa Wera (Kaleke), Desa Rarampadende Dolo Barat (Dolbar) serta di Desa Jono, Desa Pulu dan Desa Baluase dan Desa Bulubete Dolo Selatan (Dolsel).

Diyakini bahwa treatment teknis pengerjaan konstruksi dibeberapa item, secara keseluruhan dikerjakan dengan optimal dan sesuai dengan kentuan speak dan aturan kerja yang berlaku.

Sementara dalam preferensi maksimalisasi fase pengulikan pada seluruh bentangan siklup konstruksi seperti, acuan teknis dan metode Backcasting yang spesifik
mengedepankan perencanaan strategis untuk mentukan nilai dan mutu ketahanan hasil akhir pekerjaan proyek tersebut,

Belakangan jika mencakup spesifikasi DPT (dinding penahan tanah) saluran tersier Irigasi dan bending lantai Irigasi, dan saat ini rasio kuantitas seluruh penguatan progres pekerjaan telah mencapai titik garap kulminasi bobot dikisaran diatas rata-rata dengan capaian 95, 77% sampai 97,89%.

Maka faktor utama yang harus diikuti agar tidak memengaruhi ketahanan korosi adalah rasio air-semen (w/c ratio) yang rendah dan penggunaan jenis semen yang tepat, “akunya.

Tak hanya itu sambung Ruslirola menjabarkan, sementara peruntukan mobilisasi proyek yang dilebeli RJIU (Peningkatan dan Jaringan Irigasi Utama) fokus pada revitalisasi 31 titik Irigasi, yang bertujuan untuk meningkatkan produksifitas pertanian dan mendukung swasembada ketahanan panagan nasional.

Adapun determinasi kontrak kerja proyek itu sekali gus disertai dengan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) dan serentak diterbitkan di 9 wilayah Kabupaten prov. Sulteng, yakni tertanggal 7 November 2025, dengan rentang waktu masa akhir kontrak hanya sampai dengan 30 Desember 2025 atau 55 hari masa kalender kerja.

Demikian untuk rentetan Revitalisasi 31 titik lokasi proyek tersebut
diplot di 5 Kecamatan dan disebarkan ke 31 titik lokasi Desa pemerima manfaat diantaranya :

Kecamatan Marawola
Kecamatan Dolo Barat
Kecamatan Dolo Selatan
Kecamatan Tanambulava
Kecamatan Palolo

Saat ini intensitas perkembangan kegiatan pengelolaan dari 31 track titik garap proyek tersebut, estimasi nilai output bobot pengerjaan progresnya berfariasi atau tidak dominan, baru ada bebeberapa titik track (jalur) jaringan tersier yang kini telah memasiki fase masa klimaks perampungan, namun klasifikasi untuk frekuensi peningkatan progres kontras masih berfariasi, “gumamanya menambahkan

Terlebih, tujuan dari pemanfaatan dari ending pengelolaan proyek Irigasi tersebut, selain mendorong tingkat kemandirian para petani, juga dapat meningkatak taraf ekinomi mikro petani serta upaya peningkatan akselerasi pemerintah dalam upaya membuka akses implementatif mendukung swasembada ketahanan pangan masional.

Aspek percepatan dalam pengelolaan proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama (RJIU) kontraksi kewenangan liding sektor Kementrian Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu Sulawesi Tengah. Dan trushting risalah tersurat pada salah satu entitas perusahaan BUMN terkemuka yakni PT. Nindya Karya (NK) Tbk (Persero) yang kini menjadi leadership pemilik proyek tersebut.

Skema pada penetapan titik lokasi proyek RJIU yang diakomudir oleh BWS serta ditandai dengan penempatan jalur proyek yang strategis yakni meliputi 9 Kabupaten di Sulteng antara lain :

Kabupaten Sigi
Kabupaten Donggala
KabupatenToli-toli
Kabupaten Buol
Parigi Moutong
Kabuoaten Poso
Kabupaten Morowali Utara
Kabupaten Banghai
Kabupaten Banggai Kepulauan, “tandasnya.

Selaini itu Kades Desa Kalukutinggu Handi mengunkapkan rasa kesyukarannya terhadap program pemerintah terkait efesiensi pembangunan sistem jaringan Irigasi yang tersebar dibenerapa wilayah Kabupaten Sigi, dalam upaya mondorng peningkatan produksifitas petani untuk mendukung swasembada ketahanan pangan, dan sekaligus meningkatkan eskalasi ekonomi masyarakat kerakyatan serta tujuan menaikan taraf hidup petani agar lebih baik kedepannya.

Terkhusus bagai masyarakat petani yang ada di Desa Kaluku Tinggu ini, dirinya beserta masyatakatnya sangat mengapresiasi program pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

Kades juga berharap semoga keberadaan fasilitas infrastruktur sektor pengairan dan pertanian atau jaringan Irigasi “insya Allah” akan tetap selalu membawa dampak positif bagi para petani di Desa kami

“Dan pemanfaatan dari pada irigasi tersebut, kedepannya akan tetap terus dirasakan manfaanya kelak sampai keanak cucu kami berikutnya, “ucap Kades dengan nada singkat dan penuh harapan.***

Redaktur : Lengie

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *