Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita Sulteng

Tanggapi Sorotan Miring, Project Maneger PT. MJP Naikan Nilai Kuantitas, Progres Diperkirakan Capai Bobot 92% (persen) (persen), “sebutnya.

6
×

Tanggapi Sorotan Miring, Project Maneger PT. MJP Naikan Nilai Kuantitas, Progres Diperkirakan Capai Bobot 92% (persen) (persen), “sebutnya.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nesindonews.com Sigi Sulteng – Pihak PT. WJP kalarifikasi soal sorotan miring mengenai leletnya sistem pengelolaan proyek River Improvement And Cediment Control In Gumbasa River, Rogo River And Pondo River, atau Pengendalian sedimentasi di ditiga titik track lokasi sugai, hingga memunculkan presepsi diberbagai kalangan.

Dadan Setiana Project Maneger PT. Waskita Jaya Purnama (MJP) kerja sama oprasi (KSO) Midal Jaya Purnama, membatah ha itu, bahwa merebaknya kesipang siuran isu miring terkait dilematis masalah lambannya pengoprasian metode kerja dan soal amburadulnya tata kelolah proyek yang menjadi sorotan oleh berbagi pihak pemerhati dan beberapa Media baru-baru ini, menurutnya hal itu tidaklah benar dan tak sesuai fakta dilapangan.

Example 300x600

Justru malah membuat pihak proyek makin intens menonjolkan nilai kuantitas bobot pekerjaaannya digarap lebih maksimal dan berkualitas.

“Adapun menyangkut saol penggarapan proyek itu saat ini masih terus berlangsung dengan lancar dan tetap signifikan, “Timpal Dadan Setiana meluruskan.

Dia menyebutkan, hanya saja, jika dirunut kembali soal ketika prosese pengelolaan kali pertama proyek sabo dam dan cedimen control itu, bahwa memang sejak awal aksen pengelolaan proyek ini, yang kala itu masih ditangani dan dimanejeri oleh pihak project manager (PM) pertama, bahkan secara keseluruhan teknis admistrasi serta sistem tata kelolah proyek itu juga terindikasi dikelolah dengan brutal dan ugal-ugalan.

Sehingga membuat pihak Direktur perusahaan PT. WJP secepatnya mengabil kebijakan dan langkah tegas untuk merombak ulang struktur oprasional dalam lingkar kerja yang sesuai standart opereting prosedural (SOP) proyek tersebut.

“Maka selang beberapa bulan kemudian, setelahnya, lalu dilakukanlah pergantian struktur kali ke 3 dalam teknis tata ruang kerja serta tata kelolah proyek yang lebih efesian, berdasarkan metode kerja yang lebih memadai dan efektif, “jawabnya dengan nada sesal.

Dia juga mengaku bahwa apa yang diprespsikan terkait burukuknya pengelolaan proyek tersebut, bahwa itu tidak benar adanya, namun tanggapan beragam dari berbagai pihak itu.

“Menurutnya adalah merupakan hal yang wajar yang bisa dijadikan untuk kritikan membangun dan cukup dimaknai untuk diambil manfaatnya, “ucapnya menimpali saat menjawab Awak Media.

Lanjut, runut proyek peningkatan prasarana Infrastruktur merujuk pada pembangunan Sabo Dam plus pengendalian sedimentasi yang terdapat diempat titik obyek dengan jalur (track) yang berbeda dalam 2 taun terakhir ini adalah :

Proyek multi years yang terpatri dengan konsistensi sokongan nomina Dana Loan Japan International Cooperation Agency (JICA) Ingress Protection (IP) melalui gain trush (kepercayaan) liding sektor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi lll Palu Sulawesi Tengah, dengan jumlah besaran anggaran senilai Rp. 164. 093.612. 000. 00 (milyar).

Hingga pergerakan menyangkut soal protek pengerjaan disalah satu obyek titik kerja sensitif di sungai Pondo, spesifik sesuai dengan aturan kerja yang ada, sekaran ini telah memasuki proses smart draft pra Profetional Hand Over (PHO), “jelasnya.

Terkait progres pembangunan Sabo Dam dibagian (jalur) track pengulikan beton cyclop (retaining wall) penahan debrit air atau pengendalian sedimen di sungai Pakuli, kecamatan Gumbasab – Sigi, sekarang ini kuantitas bobot pengerjaanya mencapai 92% (persen), “sebutnya.

Dadan Setiana juga menguraikan bahwa secara teknis format kerja yang terstruktur dari empat titik obyek lokasi pekerjaan yang secara keselurahan tretment pengelolaannya telah memasuki ketahap perampungan (finishing) yaitu :

Mencakup treatment jalur titik garap pembangunan sabo dam (revetment penahan debrit air atau daek pengendalian sedimen) di sungai Gumbasa itu, eskalasi dan nilai kuantitas konstruksinya, bobot kerja mencapai 92 persen.

Sementara jembatan oprit channel work plus Dinding Penahan Tanah (DPT) atau beton literal sumuran cyclop di sungai Rogo, pergerakan berproses ketitik garap target masa perampungan disepanjang landscape track DPT atau leksikal beton retaining wall (cyclop) dengan bentangan sejauh kurang lebih 800 meter itu.

Disusul kemudian adanya penyesuaian elevasi dengan ketambahan struktural batu bolder (gronudsill) atau penahan longsoran juga sudah hampir selesai, proses pengerjaannya diperkirakan rampung sesuai target akhir juli (tahun berjalan) 2025, “pungkasnya.

Dadan setiana juga menambahkan, obyek pekerjaan proyek lain yang juga masih sepaket adalah titik garap track landscape beton dinding penahan tanah (DPT) atau cyclop sepaniang 60 meter, dan jembatan penghubung model oprit channel work bahkan dua item pekerjaan itu, pada pertengahan Mei bulan kemarin proses penggarapannya sudah tuntas.

“Begitu juga dengan pengerjaan proyek yang sama (pembangunan talud atau DPT beton cyclop) yang terdapat dibilangan sungai Pulu Desa Pulu- Dolo Selatan Sigi, juga telah berproses ketingkat pelaksanaan smrt draft Profesional Hand Over (PHO), “urainya.***

Redaktur : Lengie

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *