Nesindonews.com Sigi Suleng – Di tengah semangat pembangunan pendidikan melalui program Berani Cerdas yang digaungkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, masih terdapat sekolah dengan kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak untuk digunakan sebagai tempat belajar mengajar.
Kondisi tersebut terlihat di SDN Inpres 2 Kalukutinggu yang berada di Desa Kalukutinggu, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Sekolah dasar tersebut kini menjadi sorotan lantaran satu unit gedung yang memiliki tiga ruang kelas mengalami kerusakan parah dan nyaris ambruk, namun masih tetap digunakan oleh para siswa untuk belajar setiap hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan sekolah itu sangat memprihatinkan. Bagian atap seng tampak rusak dan berlubang, kayu kaso dan plafon telah lapuk dimakan usia, sementara ring bangunan sebagian besar mulai rapuh dan hancur. Tidak hanya itu, lantai atau ubin ruang kelas juga banyak yang pecah dan terkelupas sehingga membahayakan keselamatan siswa maupun guru saat proses belajar berlangsung.
Meski berada dalam kondisi serba terbatas dan penuh risiko, semangat belajar para siswa dan guru di sekolah tersebut tetap tidak surut. Aktivitas belajar mengajar masih terus berjalan demi menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak di desa tersebut.
Kepala SDN Inpres 2 Kalukutinggu, Ramla S.Pd, mengungkapkan bahwa kerusakan tiga ruang kelas itu sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan serius.
“Ketika hujan turun, ruangan seperti beratapkan langit. Air masuk dari berbagai sisi karena banyak bagian atap yang sudah rusak. Namun demi keberlangsungan pendidikan anak-anak, kami tetap berupaya menjalankan proses belajar mengajar semaksimal mungkin,” tuturnya, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, kondisi bangunan yang rusak tidak sedikit pun mengurangi semangat para siswa untuk menuntut ilmu. Bahkan para guru tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi walaupun harus mengesampingkan risiko keselamatan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan amanah konstitusi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta UUD 1945 Pasal 31 yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Kami tetap berpegang teguh pada kewajiban mendidik generasi bangsa. Walaupun sarana terbatas, kami ingin anak-anak tetap disiplin belajar dan tidak kehilangan semangat untuk sekolah,” ujarnya.
Ramla juga menjelaskan bahwa pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan proposal perbaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi. Bahkan, menurutnya, pihak dinas telah merespons dan meneruskan usulan tersebut ke pemerintah pusat.
Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar bangunan sekolah ini segera diperbaiki sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Keselamatan siswa dan guru tentu menjadi prioritas utama,” katanya.
Ia turut mengapresiasi program Berani Cerdas yang digagas Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, sebagai langkah besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Menurutnya, semangat program tersebut seharusnya juga didukung dengan pemerataan fasilitas pendidikan hingga ke pelosok desa.
“Program Berani Cerdas sangat baik untuk masa depan pendidikan Sulawesi Tengah. Namun pembangunan fasilitas pendidikan dasar juga harus menjadi perhatian agar anak-anak di daerah terpencil dapat belajar dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Kondisi SDN Inpres 2 Kalukutinggu menjadi gambaran nyata bahwa masih ada sekolah-sekolah di pelosok daerah yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Warga berharap rehabilitasi gedung sekolah dapat segera direalisasikan agar para siswa tidak lagi belajar di bawah ancaman bangunan yang sewaktu-waktu bisa roboh.
Di balik keterbatasan itu, semangat para guru dan siswa SDN Inpres 2 Kalukutinggu tetap menjadi simbol perjuangan dunia pendidikan di daerah terpencil. Mereka terus bertahan demi cita-cita dan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.
Redaktur : Lengie


















