Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Bisnis

Dampak Manfaat Proyek JIAT Oleh PT. Adhi Karya Di Sigi, Jamin Produsifitas Ketahanan Pangan Dan Picu Pertubuhan Ekonomi Petani

22
×

Dampak Manfaat Proyek JIAT Oleh PT. Adhi Karya Di Sigi, Jamin Produsifitas Ketahanan Pangan Dan Picu Pertubuhan Ekonomi Petani

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

nesindonews.com Sigi – Menilik prospek pembangunan infrastruktur sumur bor Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang tersebar di 8 titik lokasi 3 titik di wilayah Kecamatan Kabupaten Sigi yang digarap PT. Adhi Karya, pek perampungan selesai pada awal tahun 2026, dan kini telah difungsikan sebagaimana mestinya.

Cakupan lokasi untuk pembangunan fasilitas infrastruktur sumur bor JIAT di Kabupaten Sigi tersebar di 8 titik lokasi, 3 titik wilayah kecamatan utama yaitu, Kecamatan Sigi Biromaru (1 titik), Kecamatan Sigi Kota (4 titik), Kecamatan Tanambulava 3 titik lokasi.

Example 300x600

Pagu RP54 miliar bearsal dari APBN melalui BWS III Palu Sulteng proyeksi 28 titik Sigi dan Poso

Total alokasi dana diglontorkan pemerintah, berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)
untuk pembangunan rehabilitasi infrastruktur JIAT sebesar Rp54.000.000.000,
melalui Kementrian PUPR Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWS) III Palu SulawesinTengah pada 2025.

Mobilitas penggunaan anggaran pagu Rp54 miliar itu sekaligus diproyeksikan untuk rekonstruksi sumuran JIAT didua Kabupaten yakini, 8 titik lokasi di wilayah Kabupaten Sigi, sementara pembangunan sumuran JIAT diwilayah Kabupaten Poso tersebar 20 titik lokasi.

Prioritas JIAT mendukung sawasembada Pangan nasional

Program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 adalah kebijakan pemerintah untuk mempercepat pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi guna mendukung swasembada pangan nasional.

Dan diprioritaskan pemerintah bakal meningkatkan produksifitas ketahanan pangan dan koneksifitas mendorong laju pertumbuhan ekonomi petani.

JIAT & ketahanan pangan koneksifitas dorong pertumbuhan ekonomi petani

Project Maneger (PM) Herdijanto menjawab mesindonews.com pada Ahad (20/8/2026), menurutnya kulminasi target perampungan proyek JIAT di 8 titik, 3 titik lokasi di wilayah kecamatan Kabupaten Sigi, selesai sesuai target pada awal bulan 2026 ini, seluruh item pekerjaan telah dinyatakan selesai seratus persen dengan kumulatif progres sesuai standar tekknis pengelolaan.

Dan secara keseluruhan fungsi pemanfaatn sumur bor JIAT di 8 titik lokasi 3 titik wilayah Kecamatan, yakni Kecamatan Sigi Biromaru, Kecamatan Sigi Kota dan Kecamatan Tanambilava, untuk daya serap satu titik reservior (bak penapung) masing-masing dikisaran 15 m³ – 50 m³ (kubik) air.

Bagian itu adalah yang paling utama untuk menentukan nilai standar umum lapangan, dan sebagai bagian melancarkan sistem oprasi dan elevasi pengaturan suplai air yang disesuaikan dalam skala kecil dan menegah, dan spesilis dirancang sesuai kebutuhan dan standar tknis lapangan.

“Untuk mengoptimalkan daya serapan, ditarik melalui alat Pompa Submersible atau Pompa Celup yang telah dilengkapi dengan flow meter atau alat unkur debit, “jelas PM Hardijant

JIAT & Reservior mampu menampung 25% – 30% dari total kumulatif lahan dialiri

Lanjut, Herdijanto menguraikan detail proses rekonstruksi pada bagian struktur utama JIAT, adalah standar formula desain, secara teknis volume resevior JIAT dihitung agar mampu menapung sekitar 25% samapi 30% dari total kebutuhan air harian kumulatuf lahan yang dialiri.

Tim teknis menggunakan metode pemboran paling efektif, yakni mengebor pakai Diamond Bit (mata bor intan) untuk menembus batuan keras (hard rock kormation) dengan kedalaman fariatif berkisar 100 lebih dibawah permukaan tanah.

Tak hanya itu teknik ini umumnya digunakan untuk mengamankan air bersih dalam skala besar atau saat menghadapi kondisi geologi yang ekstri.

Terlebih, untuk ukuran standar umum (skala kecil – menegah) dirancang sesui kondisi kontur tanah dilapangan, dengan kapasitas maksimum berkisar 15 m³ hingga 50 m³ (kubik) untuk menampung suplai satu unit semur, debit air sekitar 8 – 12 liter/detik untuk melayani sawah/ladang seluas ±10 hingga 15 hektar.

Maka dapat dipastikan jika daya tampung mencapai debit air maksimum untuk satu unit reservior, diyakini pasokan air yang ditarik melalui pompa celup dengan debit 25% – 30% langsung didistribusikan melalui jaringan pipa pelepasan ekstenal tersier dan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan ketersediaan air untuk petani terdampak, baik petani lahan tandus maupun petani sawah.

Stabilitas disuplai air melalui jaringan eksternal tersier itu dilepas dalam skala besar, dengan kecepatan daya aliran yang terukur dan maksimal megairi lahan pertanian dalam jangka panjang dan tanpa batas, “urainya.

Eksistensi PT. Adhi Karya (Persero) Tbk dan repersentatif industri infrastrktur, Engineering, Konstruksi & Manufaktur

Lebih lanjut, Herdijanto memaparkan bahwa PT. Adhi Karya (Persero) Tbk adalah salah satu entitas perusahaan korporasi BUMN yang memiliki hak paten dan punya legal stending diberbagai lini pembangunan infrastruktur domestik antara lain :

Engineering & Konstruksi mencakup pembangunam Jalan Tol, Gedung, dan Infrastruktur Tarasnsportasi.

Sementara cakupan lain adalah konsistensi dalam penguatan absolud bidang Manufaktur yaitu, Pengelolaan beton berkualitas tinggi.

Properti & Hospitality berkenaan dengan pembangunan hunian nernasin TOD (Transit-Oriented Develoment) dan gedung bertingkat.

Perusahaan tersebut intens menunjukan eksistensi dan profesioalitas jejaki proyek dalam skala besar, termasuk proyek years (tahun jamak), “pungkasnya.

Teknis penguatan elevasi sesuai standar Pengelolaan

Ia menambahkan seluruh item pengelolaan, dikerjakan sesuai penerapan teknis dan penguatan elevasi pengelolaan serta mengikuti kententuan tata kelola proyek.

Selain itu untuk penguatan klaster penglolaan, juga berdampak pada situsi ketika melakukan perampungan item secara menyeluruh, serta upaya meningkatkan kualitas saat kulminasi.

Terutama monitoring situasi untuk keseimbangan penguatan prosesesi capaian pengulikan ketitik garap kumulatif progres, dan mengutamakan kualitas bobot pengelolaan.

Berkat kerjasa sama yang solid, pengerjaan 8 titik JIAT di Sigi sukses mengelolah 28 titik lokasi sumur JIAT didua Kabupaten Sigi dan poso, “pungkasnya.

Sumur JIAT manfaat besar gerak produsifitas ketahanan pangan potensi makmurkan petani

Hadijanto menegaskan bahwa awal saat ini pengerjaan proyek tersebut rampung seratus persen dan sudah difungsikan, dan kini mafaatnya telah dinikmati sebagian para petani khusunya di Kabupaten Sigi.

Pemanfaatan air sumur JIAT sangat berdampak besar pada kelangsungan ratusan hektar lahan, baik petani sawah maupun petani ladang, tarutama berada diketinggian.

“Maka dengan beroprasinya sumur bor JIAT sekarang kebutahan petani tercukupi dan mampu mengairi lahan petani di 3 wilayah Kecamatan di Kabupaten Sigi. Dampak manfaat dan limpahan ketersediaan air pun kini berfungsi dengan lancar, “imbuhnya.***

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *