nesindonews.com Donggala Sulteng – Salah satu gebrakan inovatif di bidang pertanian adalah pembangunan sistem Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), dan juga merupakan program andalan serta menjadi prioritas utama yang terus didorong pemerintah untuk mendukung percepatan produksifitas ketahanan pangan nasional.
Terutama menyangkut pembangunan JIAT disejumlah Daerah Kabupaten di Sulawesi Tengah, dimana perkembangan progres pembangunan JIAT yang dikolah oleh salah satu afiliasi perusahaaan BUMN Nindya Karya (NK), kini proses pengerjaannya dibeberpa titik hampir selesai.
Seperti halnya Pemerintah Desa Kamonji, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, merasa sangat bersyukur dan berterimakasih dengan adanya program Pemerintah pusat melalui kementerian Pekerjaan umum Direktorat jenderal sumber daya air Balai wilayah sungai Sulawesi III SNVT dan PPK Air tanah Air Baku.
Program strategis APBN 2025 melalui BWSS III Palu yang menyasar sejumlah titik di Kabupaten Donggala guna mendukung ketahanan pangan
Tentunya program ini sangat memberikan dampak positif langsung bagi kami masyarakat petani, yang sebelumnya banyak lahan tidak di olah karena keterbatasan pasokan air,” terang Kepala Desa Kamonji Yusman, saat dihubungi media Selasa (31/3).
Lebih lanjut, ia menyampaikan selaku pemerintah dan masyarakat desa, sangat terbantu dgn adanya program itu, ketika musim panas, air dari sumur itu bisa digunakan untuk mengairi persawahan, mudah mudahan secepatnya bisa digunakan untuk menanam padi.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kamonji, Linda Evan mengatakan melalui pemanfaatan air tanah tentunya membantu mengairi sawah dan hortikultura dengan lebih efisien.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kamonji, Linda Evan mengatakan melalui pemanfaatan air tanah tentunya membantu mengairi sawah dan hortikultura dengan lebih efisien.
Untuk luasan area persawahan sekarang 8 ha, ia berharap dengan adanya program JIAT masuk di Desa Kamonji potensi lahan bisa di bisa bertambah,” pungkasnya.***
Redaksi : Lengie


















